Aprilia Susanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Baby Traveller (Eps. 1)

Baby Traveller (Eps. 1)

Sejak lahir ia sudah sering bepergian. Tidak hanya di sekitar desa, tapi juga ke luar kota. Belum genap 40 hari, ia sudah menempuh perjalanan lumayan jauh. Perjalanan antara Bojonegoro ke Pati, Jawa Tengah ditempuh selama 3 jam. Dengan kecepatan sedang, mobil membawa kami ke kota 'Dua K*linci' itu. Menurut mitos Jawa, bayi yang belum genap berusia 40 hari dilarang meninggalkan rumah. Alhamdulilah, perjalanan kami lancar.

Rayyan Syauqi Abdurrahman. Dialah anak keduaku. Aku menyebutnya Baby R. Nama ini kami pilih dengan doa agar kelak ia dapat menjadi surga yang dirindukan. Pembuka pintu surga bagi orang tuanya. Menjadi seorang hamba Allah yang penuh kasih.

Tepat berusia enam bulan, Baby R harus kutinggalkan. Aku harus kembali menuntut ilmu di Surabaya. Selama kuliah, aku menitipkannya kepada adikku di Bojonegoro. Tiga hari setiap pekan.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Suatu malam, Baby R tak dapat tidur. Ia meronta menangis sepanjang malam. Sepanjang malam! Aku akhirnya tak tahan lagi. Tidak tega. Akhirnya, aku putuskan untuk membawa serta Baby R ke Surabaya.

Sejak saat itu, aku membawanya ke Surabaya. Beruntung aku mendapat bantuan seorang ART muda yang mau diajak riwa riwi momong bayi. Mbak Siti, ART itu, sudah kuanggap seperti adik sendiri.

Rutinitas riwa riwi membawa seorang bayi memang cukup menantang. Bagaimana tidak, aku harus bersiap untuk berbagai macam situasi tak terduga. Misalnya, jika dalam perjalanan bayi ini buang air besar. Ini yang paling kubingungkan. Tidak seperti mobil pribadi, perjalanan dengan moda transportasi umum seperti bus tidak dapat diminta berhenti begitu saja. Pihak bus mengejar target penumpang dan diburu waktu.

It happened! Suatu hari, karena tidak mendapatkan tiket kereta, aku harus membawa bayi ini naik bus. Di daerah Lamongan, tepatnya depan Lamongan Plaza, aku mendapati bayi gembul ini buang air besar. Baunya hadeuhh! Bikin mabok. Ampun!

Aku harus segera meminta sang sopir untuk berhenti sebentar. Awalnya ia menolak. Ia memang sedang terburu waktu. Aku katakan bahwa aku akan cepat. Akhirnya, sopir bus bertopi merah itu membolehkan.

Segera aku turun bus. Dengan panik, aku bertanya pada tukang becak di sana tentang lokasi toilet umum terdekat. Mereka mengatakan toiletnya jauh. Di belakang area plaza. Harus menyeberang jalan raya. Ini tidak mungkin.

Alhamdulilah, seorang kernet bus berkenan mengambil air dalam wadah ember besar beserta gayung. Entah dari mana ia mendapatkannya. Kemudian aku segera berjongkok di tepi trotoar menghadap hutan mini itu. Seluruh penumpang busku sontak melihat pemandangan yang cukup menegangkan itu. Bus itu tepat di belakangku. Aku dan bayiku pasti jadi pusat perhatian.

Dengan tergupuh, aku membersihkan sisa kotoran yang menempel di pantat anakku. Kernet itu membantuku. Saking paniknya, celana anakku terjatuh. Waaaaa...para tukang becak ikut menyoraki panik. Usai itu, aku kembali ke bus.

Para penumpang bertepuk tangan, menyorakki, bersiul, dan memberiku selamat. Ada gliter warna warni turun dari langit. Terompet ditiup. Lonceng berdenting. Rasanya seperti begitu. Hehehe. Semua orang terlihat ikut lega atas drama tadi.

Siang ini terjadi lagi. Aku, Baby R dan mbak Siti kembali ke Surabaya. Kami memilih kereta api. Di perjalanan, anakku yang sedari tadi aku wanti-wanti untuk tidak BAB, malah memutuskan untuk buang hajat. Duh, anak siapa sih ini.

Wajahnya memerah. Ia mengejan. Aku yang berkeringat. Sebab aku lupa tidak membawa popok sekali pakai itu. Modiarrr!

Beruntung sebelahku ada seorang ibu yang bersedia memberikan sebuah popok. Lalu, segera kugotong Baby R ke toilet kereta. Saat itu toilet cukup bersih dan kering. Sabun cuci tangan juga terisi penuh. Walupun kereta bergoyang-goyang saat di dalam toilet, aku bisa membersihkan tubuh Baby R.

So, ingat ya, Bunda. Jangan lupa untuk mengecek persediaan popok dan sabun saat melakukan perjalanan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Supermom....

07 Jan
Balas

Suparman

07 Jan

seruuuuu, ingat saya muda dulu ketika anak2 masih balita n baby, waktu ke batu kemarin bab jugakah ?

07 Jan
Balas

Iya bu. Hiksss....hehehe

07 Jan

Untung cuman satu bu April, aku 2 baby sekaligus, kebayang kan ruepotnya tanpa asisten lagi, tapi itu sudah berlalu delapan tahun lalu hmmmmm Keren bun

07 Jan
Balas

Uwoww....luar biasa, bu Sri.

07 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali